DETIK FISIKA
DALAM FAJAR
Fajar temani sepi, Sendiriku tak sentuh pagi
Secercah foton tampak enggan menghampiri
Gelombang nada tiada menemani
Tak ada nada dawai yang menari
Waktu pun bergerak di sekitarku
2 detik kah? 20 menit kah? 200 tahun kah?
Entahlah bahkan relativitas Einstein pun
Tak bisa menjelaskannya
Delapan belas tahun kau tumbuhkan elemen kesetimbangan dalam
jiwaku
Getaran harmonik yang
menggelegar dalam jiwaku
Jiwaku terinduksi oleh sebuah muatan
Melewati titik luar biasa dalam hidup
Archimedes dan Newton takkan mengerti
Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E = mc2
Bahkan aku tak tau, mengapa Gravitasi 10m/s2 kadang
menahan langkahku.
Ku coba fokuskan mata pada langit subuh
Dengan fokus lensa maksimum
Bumi masih terus berotasi, saat gaya itu mulai bekerja
Mungkin ini hanyalah imajinasi hampa
Pertama kali bayanganmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, dan diperbesar dengan lensa maksimum
Bagai tetes noda merah jatuh di kertas kosong
Dilambangkan dengan alfa dalam sebuah sudut
Aku merasa gelombang stasioner merambat ke ulu hatiku
Getaran demi getaran terasakan
Kurasakan diagonal hatiku terisi proyeksi pencerminan dirimu
Kurasakan cinta itu differensial
Jika aku adalah akar-akar persamaan X1 dan X2
Maka engkaulah persamaan dengan akar-akar X12 dan X22
Energi kinetik cintaku tak terpengaruh oleh GLBB
Takkan tergoyahkan oleh impuls ataupun momentum gaya
Allah SWT. Tuhanku, Dia satu
Bukan dua, tiga, atau ribuan
Cintaku nan hakiqi hanya pada-Nya
Dan hidupku matiku hanya untuk-NYA semata
Bukan dua, tiga, atau ribuan
Cintaku nan hakiqi hanya pada-Nya
Dan hidupku matiku hanya untuk-NYA semata
~ Nurul Hidayah AM ~
(Watansoppeng, 22 Maret 2015)
wah puisinya ilmu bangett kereen jadi berisnpirasi tha yah....
BalasHapusmakasih :D
Hapuspecinta puisi yach...:)
BalasHapusnope :)
HapusWih baru baca puisi tentang fisika :o . Keren2 (y)
BalasHapusmakasih :D
Hapuscieeeee... buatan siapa tuh puisinya?
BalasHapusbuatan sendiri lah
HapusWih keren sist (y) (y) (y)
BalasHapuswahahha thank you sist
Hapus