Ads 468x60px

Sabtu, 07 Juni 2014

Stres Di Usia Remaja



APA ITU STRESS ??
 
1. Pengertian Stres
Stres merupakan suatu kondisi atau keadaan tubuh yang terganggu karena tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi keadaan fisik seseorang. Selain itu, stres dapat pula diartikan dengan suatu kekuatan yang memaksa seseorang untuk berubah, bertumbuh, berjuang, beradaptasi atau mendapatkan keuntungan.
Siapapun dapat mengalami stres, baik orang dewasa, remaja, maupun anak-anak sekalipun. Remaja dapat pula mengalami stres ketika ia dihadapkan dengan suatu keadaan dimana terjadi perbedaan antara apa yang ada di dalam dirinya, baik dalam hati ataupun pikirannya terhadap kenyataan yang terjadi dalam kehidupan yang baru dikenalnya.

   2. Macam-Macam stres
[ Disstress (Stres negatif)
Disstres merupakan stres yang menciptakan pengaruh yang buruk atau negatif terhadap penderita stres. Contoh dari pengaruhnya adalah seseorang dapat merasakan suatu perasaan cemas, khawatir, menderita suatu penyakit fisik, atau hal negatif lainnya.
[ Eustress (Stres positif)
Umumnya stres diketahui pasti bersifat negatif. Namun, setelah Dr. Hans Selye melakukan penelitian panjangnya, ia mengungkapkan bahwa ternyata stres pun ada yang bersifat positif. Eustress merupakan stres yang menciptakan pengaruh yang baik atau positif terhadap penderita stres. Hal ini berarti, sang penderita mampu mengalihkan stresnya ke hal-hal yang bermanfaat, contohnya stres tersebut dapat menjadikan seseorang berpikir atau bertindak kreatif, memiliki sikap kewaspadaan, memiliki pengalaman dapat menyelesaikan/menghadapi suatu masalah atau kondisi yang serupa, dan lain sebagainya.

  3. Sumber stres
Stres tak mungkin muncul begitu saja tanpa adanya penyebab. Hal-hal yang menjadi penyebab atau sumber dari munculnya stres disebut sebagai stressor. Banyak hal-hal yang ada di sekitar kita, bahkan yang ada dalam diri kita yang dapat menjadi sumber dari munculnya stres.
a.   Secara global
Contohnya adalah seseorang yang terbiasa tinggal di lingkungan pedesaan dengan udara yang bersih dan sedikit polusi harus merasakan tinggal dalam lingkungan perkotaan dengan udara yang tak lepas dari banyak polusi. orang tersebut akan mengalami stres diakibatkan lingkungan fisik yang tak biasa ditemuinya. Lingkungan sosial yang dapat menjadi sumber stres meliputi individual dan kelompok. Contoh sumber stres yang berupa individual adalah konflik peran dan tanggung jawab. Sedangkan contoh sumber stres yang berupa kelompok adalah hubungan dengan keluarga, teman, dll.
Adapula faktor pikiran yang dapat menyebabkan stres. Seringkali orang menggunakan pikirannya untuk menafsirkan atau menganggap sesuatu bersifat negatif. Pikiran seperti inilah yang sering mengundang datangnya stres.
b.  Secara khusus pada remaja
Faktor lingkungan sosial menjadi salah satu faktor penyebab munculnya stres pada remaja. Contoh dari faktor lingkungan sosial yang berupa individual adalah ketika seorang remaja dibebani sebuah tanggung jawab yang dirasa begitu sulit dilakukannya, Hal tersebut tidak akan menjadi sebuah tekanan apabila individu tersebut tidak memandangnya sebagai suatu tekanan.
Selain individual, ada pula perluasan faktor lingkungan sosial yang berupa kelompok. Contohnya dari faktor tersebut adalah seorang remaja yang harus menghadapi suatu masalah yang terjadi dalam hubungan keluarga, seperti terjadi perceraian di antara kedua orang tua remaja. Selain dalam hubungan keluarga, dapat pula terjadi kelompok teman. Seorang remaja yang memiliki konflik dengan temannya juga dapat memicu munculnya stres.

   4. Pengaruh Stres pada Remaja
Pengaruh dari seringnya mengalami stres akan berakibat buruk pada otak, ketidakseimbangan kimiawi. Stres juga akan berpengaruh pada kefokusan, memori, dan konsentrasi. Hal tersebut misalnya terjadi pada seorang pelajar yang seringkali mengalami stres, maka konsentrasinya akan terganggu khususnya dalam menerima pelajaran di sekolah. Selain itu, stres juga dapat berpengaruh terhadap pribadi seorang penderita stres, baik pengaruh negatif maupun positif.  Berikut adalah contohnya :
Ada dua pelajar, yaitu pelajar A dan pelajar B. Mereka sama-sama mendapatkan nilai ulangan di bawah rata-rata. Karena hal itu, kedua pelajar tersebut mengalami stres. Akan tetapi dalam menanggapinya, antara keduanya mengalami perbedaan. Pelajar A menanggapinya dengan tidak berangkat sekolah karena malu dengan teman-temannya. Sedangkan pelajar B menanggapinya dengan belajar lebih sungguh-sungguh agar ia dapat memperbaiki nilainya. Hal ini menunjukkan bahwa stres memberikan pengaruh negatif kepada pelajar A, yaitu menjadikan pelajar tersebut seorang pemalas dan takut menghadapi suatu kenyataan. Namun stres memberikan pengaruh yang positif kepada pelajar B, yaitu menjadikan pelajar tersebut rajin belajar dan berani menghadapi suatu masalah.

5.  Gejala  Efek Stres
Pernahkah Anda merasa badan tiba-tiba berkeringat dingin, lidah  menjadi kelu, serta jantung  berdebar-debar saat melakukan presentasi di depan banyak orang ?? Mungkin ketiga tanda tersebut merupakan stres yang Anda alami.
Gejala efek dari stres, terbagi dalam 4 kelompok , yakni fisik, kognitif, emosi dan tingkah laku, antara lain sebagai berikut :
*       Gejala stres yang dapat dilihat melalui efek pada  fisik, antara lain adalah gagap dalam berbicara (sulit untuk bicara), detak jantung meningkat, kepala pusing, badan gemetaran, muntah-muntah, kesulitan bernafas, kelelahan yang berlebihan, serta kesulitan tidur.
*       Secara kognitif, efek stres yang muncul adalah berkurangnya konsentrasi, mudah lupa, munculnya pandangan yang negatif terhadap diri sendiri, kreativitas menurun, serta hilangnya kontrol pada diri sendiri.
Sedangkan secara emosi, reaksi stres yang muncul adalah mudah cemas, cepat tersinggung, mudah marah, depresi, penarikan diri pada lingkungan sosial, mudah menangis, menurunnya rasa percaya diri, serta munculnya pandangan negatif pada diri dan orang lain.
*       Dilihat dari tingkah laku, reaksi stres yang terlihat adalah tidak sabar, menjadi ceroboh, nervous laughter, menarik diri dari lingkungan sekitar, merokok, penurunan dan peningkatan nafsu makan, pemakaian obat-obatan terlarang, minum minuman beralkohol, serta munculnya tingkah laku yang bersifat agresif seperti mengemudikan mobil dengan kecepatan sangat tinggi

  6.  Cara Menghindari dan Mengatasi Stres pada Remaja
*     Jauhkan diri dari situasi-situasi yang menekan.
Untuk menghindari datangnya stres, hendaknya kita menjauhi suatu keadaan yang menekan, seperti apabila kita merasa tertekan ketika harus mendapatkan nilai di bawah rata-rata, maka kita harus berusaha keras agar tak mendapatkan nilai di bawah rata-rata.
*     Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele.
hendaknya tidak mempermasalahkan suatu hal atau keadaan yang sepele. Biarkanlah hal atau kedaan tersebut berjalan apa adanya.
*     Kendalikan pikiran.
Ketika seseorang mengalami stres, hendaknya ia menganggap bahwa dirinya mampu melewati tekanan tersebut. Hal itu akan memicu timbulnya semangat dalam diri untuk bangkit dari keadaan yang menekan.
*     Kurangi stimulan penyebab stres.
Stres biasanya merupakan efek samping dari kebanyakan kafein. Stimulator sistem saraf pusat yang dipengaruhi kafein itu bertentangan dengan relaksasi tubuh dan ketenangan pikiran yang akan memicu munculnya stres. kita harus mengurangi stimulan penyabab stres yaitu berupa minuman atau apapun yang mengandung kafein dan minuman bersoda.
*     Cukup istirahat.
*     Olahraga secara teratur
*     Makanlah makanan yang sehat
*     Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan.
hendaknya kita harus meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti membaca, menonton, mendengarkan musik, ataupun berkumpul dengan teman-teman.

7. Humor Adalah Obat Stres
salah satu cara terbaru yang ditemukan oleh para ahli dalam mengatasi stres adalah dengan tertawa. Ketika tertawa, tidak saja membuat anda terlihat lebih segar tetapi juga berpengaruh pada sistem tubuh.Dengan tertawa,  tubuh  dapat mengurangi hormon stres. Perlu di ketahui bahwa tubuh mengeluarkan hormon neuroendocrine ketika sedang stres. Sebaliknya ketika tertawa. Keuntungan lain yang diperoleh dengan tertawa adalah dapat meningkatkan hubungan dengan orang lain. Orang lain tentu akan lebih menyukai berhubungan dengan orang yang tertawa daripada orang yang selalu menampilkan wajah sedih. Oleh karena itu, marilah kita banyak tertawa mulai saat ini. Kesehatan akan membaik, hubungan dengan orang lain juga meningkat, dan satu hal yang penting stres dapat menurun.

So, remember to have a lot laugh today!


14 comments:

  1. salam kenal :) artikel bermanfaat banget sist :) thakns info ya :)

    BalasHapus
  2. sangat bermanfaat !! thanks :D

    BalasHapus
  3. Waw makasih tipsnya....
    salam kenal... ;)
    aku udah follow blog kamu, ditunggu follbacknya :)

    BalasHapus
  4. Mahasiswi mana nih? slm kenal.
    Jgn lupa mampir ya n follow :) http://amaterasu7.blogspot.com/

    BalasHapus
  5. walaupun udah dikasih tau cara mengatasi stress tapi tetep aja susah dijalanin nih...

    nice share kaka

    BalasHapus
  6. nice artikel

    http://beritacoa.blogspot.com/

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Terima kasih atas informasinya. :)
    Kita bisa menggali kenapa kita stress dan macam-macam stress yang memang ada di dalam diri kita.

    Salam blogwalking
    Sanz Yu (www.sanz-yu.blogspot.com)

    BalasHapus