|
Bagai air mengalir begitulah adanya
Begitu saat-saat bersamamu
Tak pernah kutahu kapan perkenalan itu
Dalam sela waktu yang begitu sesaat
SIR
and MAM kita BERSAMA
Kalimat
yang tak pernah kutahu kapan adanya
Kalimat
yang selalu mengukir candaan
Kalimat
yang biasa namun penuh makna
Kalimat
yang dipenuhi dengan kasih
Bagai mentari kan terbanam senja
Rembulan pun kan tiada
Gelap gulita yang kurasa
Saat kudengar kata perpisahan
Kuanggap
guru,kakak, sahabat,bahkan orang tua
Yang
selalu mengisi hari-hariku
Yang
penuh ceria, candaan
dan tawa
Kusandarkan
pundakku dalam bayang-bayang semu
Hati
bertanya, akan benar perpisahan itu ?
Perpisahan
yang bagai ombak kan menerjang
SIR dan MAMku
Walau hati ini akan hancur bila melepasmu
pergi
Kesedihan yang tak terbendung lagi
Air mata yang kutahan ingin keluar
Kesal sungguh dalam hati
Saat kuingat kita kan berpisah ,Dalam hati kuberbicara
Kutak ingin mengantarmu pergi dengan tangisan
Biarlah semua kupendam
dalam raga
SIR and
MAMku
Mulut
ini terdiam dan kaku ingin bicara
Kasih
sayangku yang begitu dalam ingin kunampakkan
Kasih
sayang yang tidak Nampak namun ada
Harga
yang tak bisa kubayar ,saat ilmumu kau berikan
Dengan
apa aku membayarnya
Hanya
sebuah puisi sederhana
Senandung
berisi bait-bait semu
Namun
penuh arti yang mendalam
Terlalu banyak kenangan yang kau ukir
Kenangan yang terus terpikirkan
Kenangan yang sudah mendarah daging
Kenangan yang akan tinggal kenangan
Kenangan yang tak akan hilang ditelan waktu
Kebahagiaanku
saat mengenalmu
Deritaku
saat aku akan melihatmu pergi
Kesedihan
yang tak bisa kunampakkan dengan air mata
Akankah
akan terulang kembali
Masa
indah saat-saat bersamamu
Selamat jalan guruku
Kutundukkan kepala , kuangkat kedua tangan
Dan berdoa
Kumohon Tuhan selalu membuka jalan kesuksesanmu
Kumohon Tuhan kan mempertemukan kita kembali
Namun biarlah penyesalan dan kesedihan terpendam
Kuingin
mengantarmu pergi dengan kebahagiaan
Walau
hati ini menangis
keren (y)
BalasHapus:D
Hapus