APA ITU STRESS ??
Stres merupakan suatu kondisi atau keadaan tubuh yang
terganggu karena tekanan psikologis yang dapat mempengaruhi keadaan fisik seseorang.
Selain itu, stres dapat pula diartikan dengan suatu kekuatan yang memaksa
seseorang untuk berubah, bertumbuh, berjuang, beradaptasi atau mendapatkan
keuntungan.
Siapapun dapat mengalami stres, baik orang dewasa, remaja,
maupun anak-anak sekalipun. Remaja dapat pula mengalami stres ketika ia
dihadapkan dengan suatu keadaan dimana terjadi perbedaan antara apa yang ada di
dalam dirinya, baik dalam hati ataupun pikirannya terhadap kenyataan yang
terjadi dalam kehidupan yang baru dikenalnya.
2. Macam-Macam stres
[ Disstress
(Stres negatif)
Disstres merupakan stres
yang menciptakan pengaruh yang buruk atau negatif terhadap penderita stres.
Contoh dari pengaruhnya adalah seseorang dapat merasakan suatu perasaan cemas,
khawatir, menderita suatu penyakit fisik, atau hal negatif lainnya.
[ Eustress
(Stres positif)
Umumnya
stres diketahui pasti bersifat negatif. Namun, setelah Dr. Hans Selye melakukan
penelitian panjangnya, ia mengungkapkan bahwa ternyata stres pun ada yang
bersifat positif. Eustress merupakan
stres yang menciptakan pengaruh yang baik atau positif terhadap penderita
stres. Hal ini berarti, sang penderita mampu mengalihkan stresnya ke hal-hal
yang bermanfaat, contohnya stres tersebut dapat menjadikan seseorang berpikir
atau bertindak kreatif, memiliki sikap kewaspadaan, memiliki pengalaman dapat
menyelesaikan/menghadapi suatu masalah atau kondisi yang serupa, dan lain
sebagainya.
3. Sumber stres
Stres tak mungkin muncul begitu saja tanpa adanya penyebab.
Hal-hal yang menjadi penyebab atau sumber dari munculnya stres disebut sebagai stressor. Banyak hal-hal yang ada di
sekitar kita, bahkan yang ada dalam diri kita yang dapat menjadi sumber dari
munculnya stres.
a. Secara global
Contohnya adalah seseorang yang terbiasa tinggal di
lingkungan pedesaan dengan udara yang bersih dan sedikit polusi harus merasakan
tinggal dalam lingkungan perkotaan dengan udara yang tak lepas dari banyak
polusi. orang tersebut akan mengalami stres diakibatkan lingkungan fisik yang
tak biasa ditemuinya. Lingkungan sosial yang dapat menjadi sumber stres
meliputi individual dan kelompok. Contoh sumber stres yang berupa individual
adalah konflik peran dan tanggung jawab. Sedangkan contoh sumber stres yang
berupa kelompok adalah hubungan dengan keluarga, teman, dll.
Adapula faktor pikiran yang dapat menyebabkan stres.
Seringkali orang menggunakan pikirannya untuk menafsirkan atau menganggap
sesuatu bersifat negatif. Pikiran seperti inilah yang sering mengundang
datangnya stres.
b. Secara khusus pada
remaja
Faktor lingkungan sosial menjadi salah satu faktor penyebab
munculnya stres pada remaja. Contoh dari faktor lingkungan sosial yang berupa
individual adalah ketika seorang remaja dibebani sebuah tanggung jawab yang
dirasa begitu sulit dilakukannya, Hal tersebut tidak akan menjadi sebuah
tekanan apabila individu tersebut tidak memandangnya sebagai suatu tekanan.
Selain individual, ada pula perluasan faktor lingkungan
sosial yang berupa kelompok. Contohnya dari faktor tersebut adalah seorang
remaja yang harus menghadapi suatu masalah yang terjadi dalam hubungan
keluarga, seperti terjadi perceraian di antara kedua orang tua remaja. Selain
dalam hubungan keluarga, dapat pula terjadi kelompok teman. Seorang remaja yang
memiliki konflik dengan temannya juga dapat memicu munculnya stres.
4. Pengaruh
Stres pada Remaja
Pengaruh
dari seringnya mengalami stres akan berakibat buruk pada otak,
ketidakseimbangan kimiawi. Stres juga akan berpengaruh pada kefokusan, memori,
dan konsentrasi. Hal tersebut misalnya terjadi pada seorang pelajar yang
seringkali mengalami stres, maka konsentrasinya akan terganggu khususnya dalam
menerima pelajaran di sekolah. Selain itu, stres juga dapat berpengaruh
terhadap pribadi seorang penderita stres, baik pengaruh negatif maupun positif.
Berikut adalah contohnya :
Ada
dua pelajar, yaitu pelajar A dan pelajar B. Mereka sama-sama mendapatkan nilai
ulangan di bawah rata-rata. Karena hal itu, kedua pelajar tersebut mengalami
stres. Akan tetapi dalam menanggapinya, antara keduanya mengalami perbedaan.
Pelajar A menanggapinya dengan tidak berangkat sekolah karena malu dengan
teman-temannya. Sedangkan pelajar B menanggapinya dengan belajar lebih
sungguh-sungguh agar ia dapat memperbaiki nilainya. Hal ini menunjukkan bahwa
stres memberikan pengaruh negatif kepada pelajar A, yaitu menjadikan pelajar
tersebut seorang pemalas dan takut menghadapi suatu kenyataan. Namun stres
memberikan pengaruh yang positif kepada pelajar B, yaitu menjadikan pelajar
tersebut rajin belajar dan berani menghadapi suatu masalah.
5. Gejala Efek Stres
Pernahkah
Anda merasa badan tiba-tiba berkeringat dingin, lidah menjadi kelu, serta
jantung berdebar-debar saat melakukan presentasi di depan banyak orang ??
Mungkin ketiga tanda tersebut merupakan stres yang Anda alami.
Gejala efek dari stres, terbagi dalam 4 kelompok , yakni fisik, kognitif, emosi
dan tingkah laku, antara lain sebagai berikut :
*
Gejala stres yang dapat dilihat melalui efek pada
fisik, antara lain adalah gagap dalam berbicara (sulit untuk bicara),
detak jantung meningkat, kepala pusing, badan gemetaran, muntah-muntah,
kesulitan bernafas, kelelahan yang berlebihan, serta kesulitan tidur.
*
Secara kognitif, efek stres yang muncul adalah berkurangnya
konsentrasi, mudah lupa, munculnya pandangan yang negatif terhadap diri
sendiri, kreativitas menurun, serta hilangnya kontrol pada diri sendiri.
*
Sedangkan secara emosi, reaksi stres yang muncul adalah
mudah cemas, cepat tersinggung, mudah marah, depresi, penarikan diri pada
lingkungan sosial, mudah menangis, menurunnya rasa percaya diri, serta
munculnya pandangan negatif pada diri dan orang lain.
*
Dilihat dari tingkah laku, reaksi stres yang terlihat
adalah tidak sabar, menjadi ceroboh, nervous laughter, menarik diri dari
lingkungan sekitar, merokok, penurunan dan peningkatan nafsu makan, pemakaian
obat-obatan terlarang, minum minuman beralkohol, serta munculnya tingkah laku
yang bersifat agresif seperti mengemudikan mobil dengan kecepatan sangat tinggi
6. Cara Menghindari dan Mengatasi Stres pada Remaja
* Jauhkan diri dari situasi-situasi yang menekan.
Untuk
menghindari datangnya stres, hendaknya kita menjauhi suatu keadaan yang menekan,
seperti apabila kita merasa tertekan ketika harus mendapatkan nilai di bawah
rata-rata, maka kita harus berusaha keras agar tak mendapatkan nilai di bawah
rata-rata.
* Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele.
hendaknya
tidak mempermasalahkan suatu hal atau keadaan yang sepele. Biarkanlah hal atau
kedaan tersebut berjalan apa adanya.
* Kendalikan pikiran.
Ketika
seseorang mengalami stres, hendaknya ia menganggap bahwa dirinya mampu melewati
tekanan tersebut. Hal itu akan memicu timbulnya semangat dalam diri untuk
bangkit dari keadaan yang menekan.
* Kurangi stimulan penyebab stres.
Stres
biasanya merupakan efek samping dari kebanyakan kafein. Stimulator sistem saraf
pusat yang dipengaruhi kafein itu bertentangan dengan relaksasi tubuh dan
ketenangan pikiran yang akan memicu munculnya stres. kita harus mengurangi
stimulan penyabab stres yaitu berupa minuman atau apapun yang mengandung kafein
dan minuman bersoda.
* Cukup istirahat.
* Olahraga secara teratur
* Makanlah makanan yang sehat
* Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan.
hendaknya
kita harus meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti
membaca, menonton, mendengarkan musik, ataupun berkumpul dengan teman-teman.
7. Humor Adalah Obat Stres
salah
satu cara terbaru yang ditemukan oleh para ahli dalam mengatasi stres adalah
dengan tertawa. Ketika tertawa, tidak saja membuat anda terlihat lebih segar
tetapi juga berpengaruh pada sistem tubuh.Dengan tertawa, tubuh
dapat mengurangi hormon stres. Perlu di ketahui bahwa tubuh mengeluarkan
hormon neuroendocrine ketika sedang stres. Sebaliknya ketika tertawa.
Keuntungan lain yang diperoleh dengan tertawa adalah dapat meningkatkan
hubungan dengan orang lain. Orang lain tentu akan lebih menyukai berhubungan
dengan orang yang tertawa daripada orang yang selalu menampilkan wajah sedih.
Oleh karena itu, marilah kita banyak tertawa mulai saat ini. Kesehatan akan
membaik, hubungan dengan orang lain juga meningkat, dan satu hal yang penting
stres dapat menurun.
So, remember to have a lot laugh today!
good post...salam kenal
BalasHapussipp Thanks :D
Hapussalam kenal :) artikel bermanfaat banget sist :) thakns info ya :)
BalasHapussipp Thanks :D
Hapussangat bermanfaat !! thanks :D
BalasHapusWaw makasih tipsnya....
BalasHapussalam kenal... ;)
aku udah follow blog kamu, ditunggu follbacknya :)
keren :P
BalasHapusiyyaa dong :D
HapusNice Artikel gan... :)
BalasHapusMahasiswi mana nih? slm kenal.
BalasHapusJgn lupa mampir ya n follow :) http://amaterasu7.blogspot.com/
walaupun udah dikasih tau cara mengatasi stress tapi tetep aja susah dijalanin nih...
BalasHapusnice share kaka
nice artikel
BalasHapushttp://beritacoa.blogspot.com/
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih atas informasinya. :)
BalasHapusKita bisa menggali kenapa kita stress dan macam-macam stress yang memang ada di dalam diri kita.
Salam blogwalking
Sanz Yu (www.sanz-yu.blogspot.com)