Ads 468x60px

Featured Posts

Jumat, 03 April 2015

Puisi Imtaq Fisika : DETIK FISIKA DALAM FAJAR



DETIK FISIKA DALAM FAJAR

Fajar temani sepi, Sendiriku tak sentuh pagi
Secercah foton tampak enggan menghampiri
Gelombang nada tiada menemani
Tak ada nada dawai yang menari

Waktu pun bergerak di sekitarku
2 detik kah? 20 menit kah? 200 tahun kah?
Entahlah bahkan relativitas Einstein pun
Tak bisa menjelaskannya

Delapan belas tahun kau tumbuhkan elemen kesetimbangan dalam jiwaku
Getaran harmonik  yang menggelegar dalam jiwaku
Jiwaku terinduksi oleh sebuah muatan
Melewati titik luar biasa dalam hidup

Archimedes dan Newton takkan mengerti
Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E = mc2
Bahkan aku tak tau, mengapa Gravitasi 10m/s2 kadang menahan langkahku.

Ku coba fokuskan mata pada langit subuh
Dengan fokus lensa maksimum
Bumi masih terus berotasi, saat gaya itu mulai bekerja
Mungkin ini hanyalah imajinasi hampa

Pertama kali bayanganmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, dan diperbesar dengan lensa maksimum
Bagai tetes noda merah jatuh di kertas kosong
Dilambangkan dengan alfa dalam sebuah sudut

Aku merasa gelombang stasioner merambat ke ulu hatiku
Getaran demi getaran terasakan
Kurasakan diagonal hatiku terisi proyeksi pencerminan dirimu
Kurasakan cinta itu differensial

Jika aku adalah akar-akar persamaan X1 dan X2
Maka engkaulah persamaan dengan akar-akar X12 dan X22
Energi kinetik cintaku tak terpengaruh oleh GLBB
Takkan tergoyahkan oleh impuls ataupun momentum gaya

Allah SWT. Tuhanku, Dia satu
Bukan dua, tiga, atau ribuan
Cintaku nan hakiqi hanya pada-Nya
Dan hidupku matiku hanya untuk-NYA semata




~ Nurul Hidayah AM ~
(Watansoppeng, 22 Maret 2015)

Senin, 22 Desember 2014

Dariku Untuk Ibu



Tulisan ini bukanlah karya dari para pujangga. Bukanlah buah pikran dari seorang seniman. Bukan pula kreasi cerdas dari golongan penyair. Namun, ini hanyalah beberapa ungkapan hati yang mungkin tidak sanggup disampaikan semuanya. Ungkapan yang tulus dari dalam lubuk hati yang paling dalam dari seorang anak manusia yang begitu merasakan kasih sayang dan belaian dari malaikat dunia yang dikaruniakan Allah SWT kepada setiap insan yaitu Ibu. Ini hanyalah sebuah Puisi sederhana yang berjudul “Dariku Untuk Ibu”


Dariku Untuk Ibu
Mungkin  mulut ini pernah merobek hatimu
Tapi suatu saat ia akan berhenti bicara
Mungkin  kaki ini pernah melangkah menjauhimu
Tapi ada kalanya ia akan terhenti

Lalu pada diri, ku bertanya
Siapa yang mengajariku berbicara dan berjalan?
Ibu tahu segalanya
Sebelum aku  menceritakan semuanya

Aku  tau fisiknya telah renta
Namun semangat kasih sayang selalu ada
Ia lupakan hak dirinya
Hanya untuk mengingat anak-anaknya

Jangan sampai kehilangan, menyadarkan kita
Membuka mata, bahwa Ibu adalah segalanya..
Ini aku, Si buah hatimu yang dulu kau didik, dan kau besarkan dengan hati


Kamis, 13 November 2014

Semua Tentang Pita Merah AIDS



all About The Red Ribbon Of AIDS
Heyyyy Guys . . . .
Apakah kalian tahu arti dari judul diatas ?? jika tidak, sekarang open your dictionary !!
ALL ABOUT the red ribbon of aids = semua tentang pita merah aids
Seperti judulnya, kali ini gue mau bahasa tentang PITA MERAH AIDS
Check it out  

 Kapan dan Siapa yang menciptakan simbol pita merah ??
Mungkin anda sering melihat lambang Pita Merah (Red Ribbon) yang dijadikan lambang internasional untuk kepedulian terhadap HIV/AIDS. Ternyata Pita merah ini dicetuskan pada April 1991 oleh suatu kelompok dermawan kecil yang bernama Visual AIDS yang berpusat di New York yang mencari tanda peringatan abadi dan dapat menjadi lambang untuk mempersatukan berbagai pihak di seluruh dunia yang peduli dengan meluasnya penyebaran AIDS.
Pada tahun 1991, 12 orang seniman yang terdiri dari fotografer, pelukis, pembuat film, dan designer kostum berkumpul bersama dan menciptakan simbol pita merah. Namun mereka menolak menggunakan nama pribadi, dan menjadikan Visual AIDS Artist Caucus sebagai nama pencipta pita merah tersebut. Mereka berkomitmen untuk menjadikan pita merah tersebut hanya untuk sebagai simbol keprihatinan sosial terhadap penderita AIDS, dan bukan menjadi simbol komersial. Salah satu langkah yang diambil untuk mewujudkannya adalah dengan tidak membuat hak paten bagi simbol pita merah agar tidak ada individu maupun organisasi yang mengambil keuntungan dari pita merah.



Mengapa HIV/AIDS Ditandai “Pita Merah” ??
Kadang  Pita merah seringkali diidentikan sebagai simbol kemarahan para pengidap HIV/AIDS oleh orang awam.  Sebenarnya makna warna merah pada pita AIDS adalah warna darah, tempat virus HIV berkembang. Selain itu, merah sering dianggap mewakili gairah. AIDS adalah penyakit mematikan, sehingga untuk menunjukkan solidaritas diperlukan simbol yang meningkatkan gairah hidup.
Sedangkan bentuk pita dipilih karena dianggap cukup sederhana dan mudah dibuat. Sejak saat itulah, pita merah populer dan lebih dikenal sebagai simbol solidaritas terhadap HIV/AIDS.  Pita merah juga berarti solidaritas terhadap penderita penyakit jantung dan stroke. Pita Merah adalah simbol kepedulian, tapi ingatlah bahwa makna "peduli" di sini luas dan dalam. Ia tidak sekadar menunjukkan bahwa kita sadar bahaya HIV/AIDS. Pita Merah adalah simbol kebersamaan dan keprihatinan, karena telah banyak--dan sampai saat ini masih banyak--orang-orang seperti kita yang jatuh sakit dan meninggal karena AIDS. Pita Merah adalah huruf 'V' terbalik karena belum ada kemenangan (victory). Pita Merah seharusnya memberikan rasa hangat dan terlindung di antara kita. Jika hati kita belum menghayati makna-makna ini, sebaiknya tanyakan pada diri sendiri kenapa kita pakai Peta Merah?.


Itu simbol pita warna merah, nah sekarang simbol untuk pita warna lain ada juga lho . . . 
Berikut warna pita dan artinya :
1. Pita Merah Jambu (Pink Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap kanker payudara, kelahiran usia lanjut, kanker pada anak-anak (alternative : light blue ribbon)
2. Pita Kuning (Yellow Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap para tentara (MIA/POW), pencegahan bunuh diri, orangtua adopsi, anak hilang (amber alert), kanker kandung kemih, sumbing tulang belakang (spina bifida), endometriosis, sarcoma, kepala membesar (hydrocephalus/hydrocephaly), penyakit dan kanker hati, dan symbol umum untuk pengharapan.
3. Pita Kuning Muda (Pale Yellow Ribbon )
Arti/dukungan/perhatian terhadap sumbing tulang belakang (spina bifida)
4. Pita Merah (Red Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap pencegahan HIV/AIDS, penyakit hati, stroke, substance abuse (penyalahgunaan obat), MADD (Mothers Against Drunk Driving), DARE ((Drug Abuse Resistance Education), Epidermolysis Bullosa, Reflex Sympathetic Dystrophy, Wolff-Parkinson -White Syndrome (WPW), dan secara umum melambangkan cinta (love)
5. Pita Burgundi (Burgundy Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap brain aneurysm, operasi Cesar (Cesarean section – worn upside down), sakit kepala (headaches and migraines), hemangioma, vascular malformation, hospice care, multiple myeloma, William’s syndrome, Thrombophilia, Antiphospholid Antibody Syndrome, dan adults with disabilities
6. Pita Ungu (Purple Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap kanker pankreas/getah bening, KDRT (domestic violence), ADD, ADHD, alzheimer’s, toleransi beragama, kekerasan terhadap binatang (animal abuse), korban 9/11 (termasuk polisi dan pemadam kebakaran), Crohn’s disease and colitis, cystic fibrosis, macular degeneration, Sjogren’s Syndrome, lupus, leimyosarcoma, dan fibromyalgia. Dan simbol ini secara umum juga digunakan orang yang telah terbebas dari penyakit kanker.
7. Pita Lavender (Lavender Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap penyakit kanker, epilepsi, gangguan fungsi motorik (rett syndrome), dan perhatian terhadap remaja (foster care)
8. Pita Periwinkle (Periwinkle Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap kelainan pola makan (eating disorders), tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru, yang mengakibatkan gagal jantung dan kematian dini (pulmonary hypertension), kanker perut, GERD, IBS
9. Pita Biru (Blue Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap mabuk saat mengemudi, kekerasan anak, Osteogenesis Imperfecta (OI), korban badai Katrina, dystonia, acute respiratory distress syndrome (ARDS), alopecia, pendidikan, Epstein-Barr Virus, Save the Music, kanker usus besar (alternative ribbon color : brown), anti rokok dan perokok pasif (anti-tobacco – particularly anti-second hand smoke), dan I Love Clean Air/ILCA Campaign (Japan)
10. Pita Biru Laut (Dark Blue Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap radang sendi (arthritis), hystiocytosis , pencegahan kekerasan pada anak (child abuse prevention), hak-hak korban kejahatan (crime victim’s rights), Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), interstitial cystitis, Epstein-Barr Virus (EBV), Reyes Syndrome, education, short bowel syndrome, Myositis, Leukodystrophy, Hurricane Support, police officers lost in the line of duty (AKA, the Thin Blue Line), kebebasan berpendapat (free speech), kualitas air (water quality) dan keselamatan di perairan (water safety – flooding, drowning and accidents)
11. Pita Biru Muda (Light Blue Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap kanker pada anak (alternative color: pink), kanker prostat, Trisomy 18, dan pengerasan kulit (scleroderma).
12. Pita Teal (Teal Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap ovarian, cervical, and uterine (all gynecological) cancers, substance abuse, sexual assault, Myasthenia Gravis, Polycystic Ovarian Syndrome, dan korban tsunami.
13. Pita Hijau (Green Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap depresi (both adults and children), anak hilang (missing children), open records for adoptees, kepedulian lingkungan (environmental concerns), kanker dan penyakit ginjal (kidney cancer and disease), tissue/organ donation, bipolar disorder, mental health or illness, eye injuries, Tourette’s Syndrome, bone marrow transplants and donation, glaucoma, leukemia, environment, neural tube defects, Mitochondrial Disease, growth and rebuilding, Cerebral Palsy, dan keselamatan kerja dan mengemudi (worker and driving safety)
14. Pita Jingga (Orange Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap kelaparan, leukemia, cultural diversity and racial tolerance, feral cats, motorcyclist safety, Multiple Sclerosis -wristband only, self injury, dan Agent Orange exposure.
15. Pita Pearl (Pearl Ribbon):
Arti/dukungan/perhatian terhadap emphysema, lung cancer, mesothelioma, dan multiple sclerosis (penyakit system syaraf pusat)
16. Pita Hitam (Black Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap perkabungan (mourning), (kanker kulit) melanoma, anti-gangs, anti teroris (di Spanyol), POW-MIAs, dan dukungan terhadap masyarakat Amish (Amish support)
17. Pita Coklat (Brown Ribbon):
Arti/dukungan/perhatian terhadap anti rokok (anti-tobacco) dan colon cancer (alternative ribbon color: blue), serta colorectal cancer (alternative ribbon color: blue)
18. Pita Abu-abu (Grey Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap diabetes, asthma, allergies , dan kanker otak (brain cancer)
19. Pita Perak (Silver Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap children with disabilities, Parkinson’s disease, elderly abuse, any diseases or disorders of the brain including strokes, dan penyakit jiwa (mental illnesses such as severe depression, bipolar disorder, schizophrenia, and anxiety disorders).
20. Pita Emas (Gold Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap kanker pada anak (childhood cancer)
21. Pita Puzzle Berwarna (Jigsaw Puzzle Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap penderita autis (autism)
22. Pita Berenda (Lace Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap osteoporosis
23. Pita Hijau Limau (Lime Green Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap Lymphoma, Lyme Disease, Muscular Dystrophy-wristband only, dan Sandhoff Disease
24. Pita Peach (Peach Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap Uterine Cancer, Endometrial Cancer
25. Pita Hijau Muda (Light Green Ribbon)
Arti/dukungan/perhatian terhadap Pelvic Pain (chronic), Celiac Disease

SEKIAN SEMOGA BERMANFAAT ^_^